SELAMAT DATANG DI BLOK CANTIK

Minggu, 01 Desember 2013

Terjemahan surat Al-Baqarah: 60-121

(60) Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami Berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).** Makan dan minumlah dari rezeki (yang Diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

------------------------------------------------------------------

**Setiap suku dari 12 suku dari Bani Israil, sebagaimana tersebut dalam Q.S. 7 al-A’rāf: 160


(61) Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami, agar Dia Memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.

(62) Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang- orang Shābi-īn,** siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhan-nya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.

------------------------------------------------------------------

**Shābi-īn ialah umat sebelum Nabi Muhammad saw. yang mengetahui adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan mempercayai adanya pengaruh bintang-bintang.


(63) Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil janji kamu dan Kami Angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya Berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami Berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”

(64) Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.

(65) Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat,** lalu Kami Katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!”**

------------------------------------------------------------------

**Hari Sabat ialah hari Sabtu, hari khusus bagi orang Yahudi untuk beribadah.

------------------------------------------------------------------

**Kera: Betul-betul menjadi kera sebagai kutukan Allah. Sebagian mufasir mengartikan memiliki sifat-sifat seperti kera.

(66) Maka Kami Jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

(67) Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaum-nya, “Allah Memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” ** Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”

------------------------------------------------------------------

**Hikmah Allah Menyuruh menyembelih sapi ialah agar hilang rasa penghormatan mereka kepada patung anak sapi yang pernah mereka sembah. 


(68) Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia Menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) Berfirman, bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”

(69) Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia Menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) Berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”

(70) Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhan-mu untuk kami agar Dia Menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah Menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.”

(71) Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) Berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.

(72) Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh menuduh tentang itu. Tetapi Allah Menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.

(73) Lalu Kami Berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah Allah Menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia Memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.

(74) Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batubatu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

(75) Maka apakah kamu (Muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka meng-ubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya? **

------------------------------------------------------------------

**Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi di Medinah yang mengubah-ubah isi Taurat terutama mengenai Nabi Muhammad saw..

(76) Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah Diterangkan Allah kepada-mu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhan-mu? Tidakkah kamu mengerti?” **

------------------------------------------------------------------

**Di dalam Taurat diterangkan tentang Nabi Muhammad saw. yang akan datang sebagai nabi terakhir, tetapi keterangan itu disembunyikan oleh orang Yahudi, karena takut akan menjadi bumerang bagi mereka.

(77) Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah Mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?

(78) Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga- duga.

(79) Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.**

------------------------------------------------------------------

**Memalsukan dan mengubah ayat untuk kepentingan dan keuntungan.

(80) Dan mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?”

(81) Bukan demikian! Barangsiapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

(82) Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu peng-huni surga. Mereka kekal di dalamnya.

(83) Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.

(84) Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil janji kamu, “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu.” Kemudian kamu berikrar dan bersaksi.

(85) Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir sego-longan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.** dan Bani Nadlir selalu berperang. Tetapi jika ada orang Yahudi di antara kedua suku itu yang tertawan oleh suku lain, misalnya oleh suku Aus sekutu Bani Quraizah atau suku Khazraj sekutu Bani Nadlir, mereka bersatu menebusnya.

------------------------------------------------------------------

**Semua janji dan sumpah yang diikrarkan Bani Israil sebagaimana disebut dalam ayat 83 dan 84 di atas, mereka langgar. Kenyataan sejarah antara dua suku Yahudi di Medinah yaitu Bani Quraizah.

(86) Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.

(87) Dan sungguh, Kami telah Memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami Susulkan setelahnya dengan rasul-rasul, dan Kami telah Berikan kepada ‘Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami Perkuat dia dengan Ruhul Qudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?

(88) Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah Melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.

(89) Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (al-Quran) dari Allah yang Membenarkan apa yang ada pada mereka** sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.

------------------------------------------------------------------

**Al-Quran yang juga mengajarkan tauhid yang diajarkan Taurat.


(90) Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang Diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah Menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia Kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.** Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan.** Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.

------------------------------------------------------------------

**Wahyu (kenabian) kepada Nabi Muhammad saw.


------------------------------------------------------------------

**Murka pertama karena membangkang kepada Nabi Musa a.s. dan murka kedua karena mengingkari Nabi Muhammad saw.


(91) Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang Diturunkan Allah (al-Quran),” mereka menjawab, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (al-Quran) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu da-hulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang- orang beriman?”

(92) Dan sungguh, Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran, kemudian kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.

(93) Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil janji kamu dan Kami Angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya Berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami Berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.” Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!”

(94) Katakanlah (Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”

(95) Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

(96) Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik.** Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

------------------------------------------------------------------

**Musyrik adalah orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain.

(97) Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (al-Quran) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”

(98) Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.

(99) Dan sungguh, Kami telah Menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.

(100) Dan mengapa setiap kali mereka meng-ikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.

(101) Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.

(102) Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka meng-ajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencela-kakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.

(103) Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.

(104) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Rā‘inā,** tetapi katakanlah,“Uηzhurnā,” dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.

------------------------------------------------------------------

**Rā’inā artinya perhatikanlah kami. Tetapi orang Yahudi bersungut mengucapkannya, sehingga yang mereka maksud ialah ru’ūnah yang artinya bodoh sekali, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah Menyuruh shahabat-shahabat menukar rā’inā dengan uηzhurnā yang sama artinya dengan rā’inā.


(105) Orang-orang yang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhan-mu. Tetapi secara khusus Allah Memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia Kehendaki. Dan Allah Pemilik karunia yang besar.

(106) Ayat yang Kami Batalkan atau Kami Hilangkan dari ingatan, pasti Kami Ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

(107) Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.

(108) Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barangsiapa mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

(109) Banyak di antara ahli kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah Memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(110) Dan laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(111) Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” ** Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.”

------------------------------------------------------------------

**Orang Yahudi mengatakan, mereka saja yang akan masuk surga. Orang Nasrani menga-takan, mereka saja yang akan masuk surga.

(112) Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhan-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

(113) Dan orang Yahudi berkata, “Orang Nas-rani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan),” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan Mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.

(114) Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan didunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.

(115) Dan milik Allah timur dan barat. Kemana pun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.

(116) Dan mereka berkata, “Allah Mempunyai anak.” Maha Suci Allah, bahkan milik-Nya-lah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.

(117) (Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak Menetapkan sesuatu, Dia hanya Berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

(118) Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami Jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.

(119) Sungguh, Kami telah Mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.

(120) Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

(121) Orang-orang yang telah Kami Beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar